Pemerintah Desa Rapak Lambur Komitmen Lakukan Pengembangan UMKM

img

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Komitment dan dukungan Pemerintah Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kukar terhadap pengembangan UMKM  telah dilakukan sejak lama. Bahkan di 2023 lalu Pemdes setempat memberikan dukungan pendanaan berupa bantuan tunai dan bantuan barang.

 

Kepala Desa Rapak Lambur Muhammad Yusuf menjelaskan, 2023 lalu Pemdes mengalokasikan anggaran melalui Dana Desa (DD) senilai 20 juta, kepada 20 pelaku UMKM. Sehingga masing masing pelaku UMKM terima bantuan senilai 1 juta rupiah.

 

"Tapi bantuan itu tidak diberikan sepenuhnya dalam bentuak uang tunai, yang diberikan secara tunai hanya 500 ribu dan lainnya bantuan berbentuk barang," jelas Muhammad Yusuf pada Poskotakaltimnews, Selasa (2/7/2024).

 

Kedepan dalam mendukung sektor UMKM, pihaknya akan mengadakan peningkatan kapasitas SDM khususnya bagi pelaku UMKM. Di Desa Rapak Lambur saat ini memiliki sekitar 40 pelaku UMKM aktif, yang terdiri dari jajanan tradisional, kuliner, gula merah dan lainnya.

 

"Kami juga mendorong mereka untuk mendapatkan fasilitasi ijin usaha hingga sertifikasi produk halal," ucapnya.

 

Sementara untuk pemasaran produk UMKM di desa Rapak Lambur ini hanya dilingkup antar desa. Untuk meningkatkan pemasaran mereka, kedepan pemerintah desa bakal menggandeng OPD terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Koperasi dan UKM Kukar.

 

"Untuk saat ini kami hanya bisa membantu pemasaran produk lokal, melalui acara event di desa. Kami selalu melibatkan mereka dalam pelaksanaan event," sebutnya.

 

Melalui berbagai upaya ini, pihaknya berharap kepada pelaku UMKM setempat untuk dapat menigkatkan kualitas, produktivitas. Agar produk lokal desa Rapak Lambur juga bisa bersaing hingga luar daerah.

 

Sementara itu Plt Kepala Disperindag Kukar Sayid Fhatullah mengatakan, pemerintah daerah ingin mewujudkan UMKM lokal naik kelas. Untuk mencapai hal itu pastinya diperlukan sinergi yang baik dari seluruh pihak baik itu pemerintah Kecamatan maupun pemerintah Desa. Karena jumlah pelaku UMKM dan IKM Kukar saat ini mencapai 80 ribuan.

"Kita akui produk lokal juga memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing dengan produk luar," kata Sayid Fhatullah. (adv/riz)